Senin, 16 Maret 2020


Apa itu Bahasa Pemrograman C ?
C (dibaca /si:/ seperti membaca huruf C dalam bahasa inggris) adalah sebuah bahasa pemrograman gerneral-purpose dan imprative yang mendukung pemrograman terstruktur dan rekursif.
General-purpose artinya bisa digunakan untuk membuat program apa saja. Impreative artinya bahasa yang menggunakan statament.

            1. Langkah dalam membuat Bahasa C
·         Bukalah aplikasi Code::Blocks, yang tampilan awalnya sebagai berikut:

·         Untuk membuat sebuah file baru, klik menu File -> New -> Empty File, atau bisa juga dengan menekan kombinasi tombol CRTL + SHIFT + N.
·         Di bagian tengah Code::Blocks akan tampil sebuah file teks kosong. Disinilah kita akan menulis kode program bahasa C nantinya.


·         Agar bisa langsung praktek menulis sebuah file bahasa C, silahkan ketik kode program berikut ke dalam Code::Blocks:
1
2
3
4
5
6
#include <stdio.h>
int main(void)
{
  printf("Hello, World!\n");
  return 0;
}
·         Pastikan anda mengetik kode program sama persis dengan yang saya tulis diatas. Salah satu huruf atau satu karakter saja yang kurang, kode program akan error. Untuk amannya silahkan copy paste kode tersebut ke dalam editor Code::Block.
2.  Struktur Bahasa C
Setiap kita ingin membuat program C, kita harus menuliskan struktur seperti berikut ini:
#include <stdio.h>
 
int main(){
    // kode atau logika program kita di sini
    return 0;
}
Ini adalah struktur dasar yang wajib dipahami. Kalau kita perhatikan, struktur program tersebut dibagi menjadi dua bagian utama:
1.     Bagian Include;
2.     Blok Fungsi Main.

·       Apa itu #include ?
Pada program C, #include berfungsi untuk mengimpor fungsi-fungsi yang sudah didefinisikan pada header file.
Header file adalah file yang berisi definisi fungsi yang sudah dibuat. Tujuannya agar bisa digunakan pada program C yang lainnya. File ini berekstensi .h, contoh: stdio.h.
Pada contoh di atas, kita mengimpor file stdio.h. File ini berisi deklarasi fungsi-fungsi dasar yang kita butuhkan untuk membuat program C, seperti printf().
File stdio.h sudah ada di dalam komputer kita saat menginstal gcc.
·       Apa itu Fungsi main() ?
Fungis main() adalah fungsi utama dalam program. Fungsi ini akan dieksekusi pertamakali saat program dijalankan.
Karena itu, kita harus menuliskan logika program di dalam fungsi ini.
Pada contoh di atas kita membut fungsi main dengan deklarasi seperti ini:
int main(){
    //...
    return 0
}
Maksud dari int di depan main adalah tipe data yang akan dikembalikan. Maka di dalam fungsi main(), wajib kita sertakan return 0. Artinya, fungsi main akan mengembalikan nilai 0 setelah selesai dieksekusi.
Cara lain kita bisa menggunakan void.
Contoh:
void main(){
    //...
}

void artinya tidak ada (kosong). Jika kita menggunakan void, maka kita tidak perlu menuliskan kata kunci return di akhir fungsi. Karena fungsi void tidak akan mengembalikan nilai apapun.
·       printf(“Hello, World!\n”)
Perintah printf digunakan untuk menampilkan sesuatu ke layar. Perintah ini merupakan bagian dari stdio.h, sehingga jika kita ingin menggunakannya, harus terdapat baris perintah #include <stdio.h> di bagian paling awal kode program bahasa C.

Teks yang ingin ditampilkan ditulis dalam tanda kurung dan di dalam tanda kutip dua, seperti: printf(“Hello, World!\n”); Hasil dari perintah ini, akan tampil teks Hello, World! di layar. Tapi apa fungsi tambahan karakter \n?

Jika ditulis di dalam teks, karakter ” \ ” dikenal sebagai escape character. Fungsinya untuk menampilkan karakter yang tidak bisa ditulis. Sebagai contoh, \n merupakan perintah untuk menulis newline character, yakni karakter penanda baris baru.

Artinya, perintah printf(“Hello, World!\n”) akan menampilkan teks “Hello, World!”, kemudian pindah ke baris baru. Bahasa C mendukung berbagai escape character yang nantinya juga akan kita pelajari.

Setelah tanda kurung penutup perintah printf, harus ditutup dengan tanda titik koma (semi-colon), yakni tanda “ ; ”. Setiap perintah bahasa C, harus diakhiri dengan tanda ini, kecuali beberapa perintah khusus. Lupa menambahkan tanda titik koma di akhir sebuah perintah merupakan error yang sangat sering terjadi.


·       return 0;
Perintah return 0; berhubungan dengan kode int main(void) sebelumnya. Disinilah kita menutup function main() yang sekaligus mengakhiri kode program bahasa C.

Return 0 artinya kembalikan nilai 0 (nol) ke sistem operasi yang menjalankan kode program ini. Nilai 0 menandakan kode program berjalan normal dan tidak ada masalah (EXIT_SUCCESS).

Kita juga bisa menulis return 1, return 99, return -1, dll. Nilai-nilai ini nantinya bisa digunakan oleh sistem operasi atau program lain. Nilai return selain 0 dianggap terjadi error atau sesuatu yang salah (EXIT_FAILURE).
Apakah perintah Return 0 ini harus ditulis? Harus ditulis! jika kita berpatokan ke struktur bahasa C yang ideal. Namun beberapa compiler (termasuk Code:Blocks yang saya gunakan), akan “memaafkan” jika perintah ini tidak ditulis dan menambahkan perintah return 0 secara otomatis (tidak disarankan).
3.  Contoh Bahasa C
Sebagai bahan dasar pembuatan program kita akan mempelajari terlebih dahulu cara membuat dan menggunakan perintah printf dan scanf pada pemrograman C.

·         Membuat program menggunakan fungsi scanf

Fungsi scanf merupakan fungsi yang digunakan untuk memasukkan/input berbagai jenis data dalam bahasa pemrograman C dengan menggunakan keyboard. Fungsi ini sangat umum digunakan dalam bahasa pemrograman C. Berikut contoh programnya,
 
// Membuat program menggunakan fungsi scanf
#include <stdio.h>
int main ()
{
    int bil_1;
    float bil_2;
    
    printf("\nNilai Integer Anda : ");
    scanf("%d",&bil_1); // Fungsi scanf menampilkan bilangan integer
    printf("Nilai yang Anda Masukkan adalah : %d\n",bil_1);
    
    printf("\nNilai Real Anda : ");
    scanf("%f",&bil_2); // Fungsi scanf menampilkan bilangan real
    printf("Nilai yang Anda Masukkan adalah : %f",bil_2);
}
Berikut output program di atas :

·         Variabel dan konstanta

Variabel merupakan suatu tempat untuk menampung data atau suatu nilai di dalam memori yang mempunyai nilai yang dapat berubah-ubah ketika program dijalankan. Suatu variabel dapat mengandung nilai berupa integer, real, karakter, string, dan boolean sesuai dengan pendefinisiannya diawal. Berikut contoh programnya,
 
// Program Deklarasi Variabel
#include <stdio.h>
int main ()
{
    int Bil_1; // variabel Bil_1 dengan tipe integer
    float Bil_2; // variabel Bil_2 dengan tipe real
    
    printf("Nilai Integer  : ");
    scanf("%d",&Bil_1);
    printf("Nilai Integer Anda : %d\n", Bil_1);
    
    printf("\nNilai Real  : ");
    scanf("%f",&Bil_2);
    printf("Nilai Real Anda : %f", Bil_2);
}
Berikut output program di atas :

Konstanta merupakan suatu data yang nilainya tidak dapat berubah-ubah dan sudah ditetapkan pada awal pembuatan program. Suatu konstanta dapat berupa integer, real, karakter, string, dan boolean yang nilainya sudah didefinisikan di awal program. Berikut contoh programnya,
// Contoh program dengan nilai konstanta
#include <stdio.h>
int main ()
{
    int Bil_1 = 23; // Konstanta dengan tipe data integer
    float Bil_2 = 3.4; // Konstanta dengan tipe data real
    char Nilai = 'A'; // Konstanta dengan tipe data karakter
    
    printf("Nilai Integer Anda  : %d",Bil_1);
    printf("\nNilai Real Anda   : %f",Bil_2);
    printf("\nNilai Anda adalah : %c",Nilai);
}
Berikut output program di atas :


  • ·         Program Menjumlahkan 2 buah Bilangan

Bilangan merupakan suatu data yang sering digunakan dalam bahasa pemrograman C. Beberapa bilangan ini bisa dioperasikan mengunakan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Berikut contoh sederhana untuk menjumlahkan 2 buah bilangan menggunakan bahasa pemrograman C,
// Program menjumlahkan 2 buah bilangan
#include <stdio.h>
int main ()
{
    int Bilangan_1, Bilangan_2, Hasil; // Deklarasi Variabel
    
    printf("Masukkan Bilangan Pertama : ");
    scanf("%d",&Bilangan_1);
    printf("Masukkan Bilangan Kedua : ");
    scanf("%d",&Bilangan_2);
    
    Hasil = Bilangan_1 + Bilangan_2; // Proses Penjumlahan
    printf("Hasil Penjumlahan Kedua Bilangan adalah : %d", Hasil);
    
    return 0;
}
Berikut output program di atas :
  • ·         Program operasi 3 buah Bilangan

Pada dasarnya untuk mengoperasikan 3 buah bilangan sama dengan operasi 2 buah bilangan. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah variabel yang terkandung dalam program tersebut. Berikut contoh programnya,
// Program operasi 3 buah bilangan
#include <stdio.h>
int main ()
{
    int Bilangan_1, Bilangan_2, Bilangan_3, Hasil; // Deklarasi Variabel
    
    printf("Masukkan Bilangan Pertama : ");
    scanf("%d",&Bilangan_1);
    printf("Masukkan Bilangan Kedua : ");
    scanf("%d",&Bilangan_2);
    printf("Masukkan Bilangan Ketiga : ");
    scanf("%d",&Bilangan_3);
    
    Hasil = Bilangan_1 + Bilangan_2 - Bilangan_3; // Proses operasi
    printf("Hasil operasi ketiga bilangan adalah : %d", Hasil);
    
    return 0;
}
Berikut output program di atas :
  • ·         Program Pemilihan 1 Kasus

Pemilihan 1 kasus menggunakan perintah if then. Program ini akan mengeksekusi pernyataan yang bernilai benar saja, sedangkan untuk pernyataan yang bernilai salah tidak akan terjadi apa-apa pada program. Berikut contoh programnya,
// Program Pemilihan 1 kasus
#include <stdio.h>
int main()
{
    int Angka;
    
    printf("Masukkan sebuah bilangan : ");
    scanf("%d",&Angka);
    
    if (Angka > 0) // Pemilihan 1 Kasus
    {
                         printf("Angka yang Anda masukkan adalah : POSITIF"); 
                // Statement Benar akan ditampilkan
    }
    
    return 0;
}
Berikut output program di atas :

  • ·         Program Pemilihan 2 Kasus

Pemilihan 2 kasus menggunakan perintah if then else. Pada dasarnya pemilihan dua kasus sama seperti pemilihan 1 kasus. Pada pemilihan 2 kasus “Jika kondisi terpenuhi atau bernilai benar, maka aksi pertama akan ditampilkan. Namun, jika kondisi tidak terpenuhi atau bernilai salah, maka aksi kedua akan ditampilkan. Berikut contoh programnya,
// Program Pemilihan 2 kasus
#include <stdio.h>
int main()
{
    int Angka;
    
    printf("Masukkan sebuah bilangan : ");
    scanf("%d",&Angka);
    
    if (Angka > 0) // Pemilihan 1 Kasus
    {
                         printf("Angka yang Anda masukkan adalah : POSITIF"); 
                // Statement Benar akan ditampilkan
    }
    else
    {
                         printf("Angka yang Anda masukkan adalah : NEGATIF"); 
                // Statement Salah akan ditampilkan
    }
    
    return 0;
}
 Berikut output program di atas :
·         Program Pemilihan 3 Kasus
Menggunakan perintah if then bertingkat
Perintah ini digunakan untuk menguji kondisi lebih dari 2 kasus. Jika salah satu kondisi terpenuhi, akan ditampilkan pada layar monitor. Berikut contoh programnya,
// Program pemilihan 3 kasus menggunakan if bertingkat
#include <stdio.h>
int main () {
    int Angka;
    printf("Masukkan sebuah Angka : ");
    scanf("%d",&Angka);
    
    if (Angka > 0) {
                         printf("Angka yang Anda masukkan POSITIF"); 
                // Pernyataan jika Angka > 0
    }
    else if (Angka < 0) {
                         printf("Angka yang Anda masukkan adalah NEGATIF"); 
                // Pernyataan jika Angka < 0
    }
    else {
                         printf("Angka yang Anda masukkan adalah NOL"); 
                // Pernyataan lainnya
    }
    
    return 0;
}
Berikut output program di atas :
  • Menggunakan perintah switch-case

Perintah ini digunakan untuk menyederhakan perintah if bertingkat. Sama halnya dengan perintah if bertingkat, perintah switch-case digunakan untuk memiliki satu kondisi dari sekian kondisi yang ada. Berikut contoh programnya,
 
//  Program menampilkan perintah switch-case
#include <stdio.h>
int main() 
{
    int number;
    printf("Pilih Menu yang Diinginkan : ");
    scanf("%d", &number);
    switch(number) {
                         case 1 :
                                 printf("Anda memesan menu no. %d : Nasi Goreng.\n\n", number);
                                 break;
                         case 2 :
                                 printf("Anda memesan menu no. %d : Mie Goreng.\n\n", number);
                                 break;
                         case 3 :
                                 printf("Anda memesan menu no. %d : Tahu Goreng.\n\n", number);
                                 break;
                         default:
                                 printf("Anda memesan menu no. %d : Mie Ayam.\n\n", number);
                                 break;
    }
return 0;
}
Berikut output program di atas :

v   Komponen Bahasa C
1.     CHARACTER SET
Character set adalah sekumpulan karakter yang biasanya berupa angka, huruf dan berbagai karakter lain yang terstandarisasi, yang masing-masing memiliki ID unik yang disebut code point.
Karakter yang ditampung pada suatu character set tergantung pada jenis character set itu sendiri.
Saat ini banyak sekali character set, mungkin jumlahnya mencapai ratusan,  beberapa berstandar internasional yang dikembangkan  International Organization for Standardization (ISO), beberapa standar negara tertentu dan beberapa lainnya dikembangkan secara spesifik oleh vendor komputer untuk tujuan maupun konsumen tertentu.
Contoh beberapa character set yang umum digunakan: ASCII (US), UTF-16, UTF-8, Microsoft Code Page 1252 (Vendor Windows), GB18030 (China), Shift-JIS (Jepang)
2.     Pengenal (identifier)
Merupakan nama yang digunakan sebagai tempat untuk variabel, fungsi dan konstanta yang didefinisikan oleh programmer.
Beberapa ketentuan khusus mengenai nama variabel:
a.     Tidak boleh diawali dengan angka
b.     Harus diawali dengan huruf atau karakter garis bawah (_) selanjutnya dapat diikuti huruf atau angka
c.      Tidak boleh menggunakan operator aritmatika seperti +,-,/,* dan karakter khusus seperti ;,#,@,$ dsb
d.     Tidak diperbolehkan menggunakan spasi jika terdiri dari dua kata atau lebih
e.     Tidak boleh menggunakan kata-kata yang telah memiliki arti khusus dalam bahasa C
f.       Panjang maksimum 32 karakter, jika lebih otomatis sistem hanya tetap mengenal 32 karakter
          3.     Kata Kunci (keyword)

Bahasa C mempunyai sedikit kata kunci yaitu 32 kata kunci :

auto         double       int         struct
break        else         long        switch
case         enum         register    typedef
char         extern       return      union
const        float        short       unsigned
continue     for          signed      void
dDefault     goto         sizeof      volatile
do           if           static      while



4.     Tipe data Dasar
Berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi 4 tipe data dasar:
a.     Tipe Integer : untuk menyimpan data bernilai bilangan bulat
b.     Tipe Float : untuk menyimpan data bernilai real
c.      Tipe Char : menyimpan data berupa karakter yaitu huruf, simbol dan angka
d.     Tak Bertipe (void): digunakan apabila fungsi tidak menghasilkan nilai
Tipe
Ukuran (bytes)
Batas Bawah
Batas Atas
char
1
-
-
unsigned char
1
0
255
short int
2
32768
32767
unsigned short int
2
0
65536
(long) int
4
-231
+231-1
float
4
-3.2 x 1038
+3.2 x 1038
double
4
-1.7 x 10308
+1.7 x 10308
5.     Konstanta
Nilai suatu konstanta tidak bisa berubah (bernilai tetap). Pendeklarasian mirip variabel, namun karena tidak berubah biasanya memakai praprosessor #define dan tidak diakhiri titik koma (;).
#define MAX 10
#define TRUE 1
#define FALSE 0

6.     VARIABEL DAN ARRAY
Tipe data Variabel
Variabel adalah identitas yang digunakan untuk mewakili atau menampung suatu nilai. Nilai dalam variabel tidak bersifat permanen karena suatu saat dapat berubah-ubah,berbeda dengan konstanta yang nilainya tidak dapat berubah.

ü  Aturan penamaan Variabel 
·        Variabel tidak boleh diawali dengan angka
·        Variabel boleh diawali dengan simbol _(underscore) atau $(dolar)
·        Variabel boleh diawali dengan huruf besar
·        Tidak boleh menggunakan spasi
·        Variabel boleh menggunakan huruf kemudian diikuti dengan angka   dibelakangnya
·        Disarankan memiliki makna dan jangan menggunakan huruf besar semua.
Contoh Penulisan Variabel yang BENAR :
·        $panjang
·        _panjang
·        panjang
Contoh penulisan Variabel yang SALAH:
·         panjang lebar
·         4ngka
ü  Cara Penulisan Variabel dalam Bahasa C
Pendeklarasian suatu variabel diawali dengan tipe data terlebih dahulu karena bahasa C mengandung konsep strongly typed progamming language yang artinya setiap variabel yang ditulis akan mengandung tipe data entah itu integer(bulat), float(pecah), char(karakter).
Contoh pendeklarasian variabel :
·         int panjang; artinya bahwa variabel panjang mengandung tipe data bulat
·         float panjang; artinya bahwa variabel panjang mengandung tipe data pecah
·         char kata; artinya bahwa variabel kata mengandung tipe data karakter
·          

Tipe data Array 
adalah tipe data yang terdiri dari kumpulan tipe data lain. Dalam bahasa Indonesia, array dikenal juga dengan istilah Larik. Dengan array, proses penyimpanan data ke dalam variabel menjadi lebih efisien dan mudah, terutama jika kita memiliki data dalam jumlah banyak.
Anggota atau isi dari array itu sendiri harus satu jenis tipe data, misalkan terdiri dari kumpulan angka bulat saja (integer), kumpulan karakter saja (char), maupun kumpulan angka pecahan saja (float). Di dalam bahasa C, kita tidak bisa membuat 1 array dengan berbagai tipe data (harus 1 jenis saja).
Sebagai contoh, misalkan saya ingin menyimpan dan memproses 5 buah nilai. Jika menggunakan variabel biasa, penulisannya bisa seperti ini:
int bilangan1;
int bilangan2;
int bilangan3;
int bilangan4;
int bilangan5;
Data diatas banyak dan berulang untuk 1 tipe data saja, sehingga akan lebih efisien jika menggunakan array:
int bilangan[5];
Dengan kode program diatas, variabel bilangan akan menjadi sebuah array yang bisa menampung 5 data bertipe integer.




ü  Format Dasar penulisan Array dalam bahasa C
Format pendefinisian array di dalam bahasa C adalah sebagai berikut:
tipe_data nama_variabel[jumlah_element]
Element adalah sebutan untuk isi atau anggota sebuah array.
Sebagai contoh, jika saya ingin membuat array dengan 100 element yang bisa diisi dengan tipe data float, pendefinisiannya adalah sebagai berikut:
float bilangan[100];
Berikutnya, bagaimana cara mengakses dan mengisi element array ini? Kita tinggal menuliskan nomor urut dari element yang akan akan diakses, nomor urut ini dikenal juga dengan istilah index. Berikut contohnya:
bilangan[5] = 3.14;
Yang harus perlu diperhatikan adalah, nomor urut atau index array dimulai dari 0, bukan 1. Akibatnya jika kita ingin mengakses element pertama dari array bilangan, penulisannya adalah bilangan[0]. Untuk bisa mengakses element ke-100 dari array bilangan, penulisannya adalah bilangan[99].
Index array yang dimulai dari 0 ini hampir selalu menjadi ciri khas di seluruh bahasa pemrograman modern, termasuk C++, PHP, dan JavaScript.

7.     DECLARATION (PERNYATAAN)
Merupakan instruksi atau perintah yang akan dikerjakan selama eksekusi program.
Deklarasi di bagi jadi 3 yaitu :
·        Deklarasi variabel
Contoh Deklarasi Variable:
·         int x; // Deklarasi x bertipe integer
·         char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
·         float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
·         double beta; // Deklarasi variable bertipe double
·         int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
·         char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char
Contoh Kode Program Deklarasi Variable
#include <stdio.h>
main(){
    int x,a;
    float y;
    char z;
    double w;
    a=17;
    x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */
    y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */
    z = 'C'; /* variable z diisi dengan karakter "C" */
    w = 3.45786; /* variable w diisi dengan 3.45786 */
    printf("Nilai dari x adalah : %i\n", x); /* Menampilkan isi variable x */
    printf("Nilai dari y adalah : %f\n", y); /* Menampilkan isi variable y */
    printf("Nilai dari z adalah : %c\n", z); /* Menampilkan isi variable z */
    printf("Nilai dari w adalah : %lf\n", w); /* Menampilkan isi variable w */
    printf("%i %i Nilai dari x adalah %c: n", x,a,z);
}
·        Deklarasi Konstanta
Di dalam penggunaan konstanta di bahasa pemrograman C dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya:
#define PHI 3.14
#define nom “141206”
#define nama “hakkun”
#define kelas “MM-3”
·        Deklarasi Fungsi 
Fungsi adalah bagian yang terpisah dari sebuah program yang kita buat dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam sebuah bahasa pemrograman C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh kita. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah :

 Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi);
Contohnya :
 float luas_lingkaran(int jari);
 void tampil();
 int tambah(int x, int y);  

8.     EXPRESSION
Suatu Expression terdiri dari dua bagian, yaitu operator dan operand yang dikombinasikan menjadi satu. Operator adalah symbol yang digunakan untuk melakukan proses operasi satu atau beberapa operand. Operand adalah bagian yang paing sederhana dari Expresion. Operand dapat berupa konstanta dan variable.
ü  Operator Aritmatika
Operator adalah simbol-simbol yang digunakan untuk melaksanakan suatu pengolahan data, baik berupa bilangan maupun teks. Operator aritmatika adalah sekelompok operator yang digunakan untuk mengolah aritmatik.
Operator
Nama
Contoh
Penjelasan
*
Perkalian
x * y
Kalikan x dengan y
/
Pembagian
x / y
Bagi x dengan y
%
Modulo
x % y
Sisa pembagian x oleh y
+
Penjumlahan
x + y
Tambahkan x dengan y
Pengurangan
x – y
Kurangkan x dengan y
++
Postfix Inkremen
Prefix Inkremen
++x
x++
Inkremen x setelah digunakan
Inkremen x sebelum digunakan
Postfix Dekremen
Prefix Dekremen
–x
x–
Dekremen x sebelum digunakan
Dekremen x sesudah digunakan
Negasi
-x
Negasikan nilai x
+
Unary plus
+x
Nilai positif x

Operator *, /, %, +, dan – merupakan operator dyadic atau binary operator, yakni operator yang membutuhkan dua operand: kiri dan kanan. Sedangkan operator yang hanya membutuhkan satu operand, disebutmonadic atau operator unary. Yang termasuk golongan operator ini adalah:inkremen (++) dekremen (–), unary minus (-), unary plus (+).
Operasi unary inkremen dan dekremen masing-masing berfungsi untuk menambah nilai variabel dengan satu dan mengurangi nilai variabel dengan satu. Operator unary minus dan unary plus berturut-turut digunakan untuk mengambil nilai negatif dan nilai positif dari suatu bilangan.
ü  Operator Logika
Operator logika adalah operator-operator yang berkaitan dengan operasi logika, seperti negasi, (ingkaran), konjungsi (dan), dan disjungsi (atau).
 Tabel 1.4 Daftar operator logika
Operator
Nama
Contoh
Penjelasan
!
NOT logika
!x
1jika x nol, 0 jika tidak
&&
AND logika
x && y
1 jika x dan y keduanya 1
||
OR logika
x ll y
0 jika x dan y keduanya 0

Misalnya nilai A adalah 5, B adalah 7, dan C adalah ‘ a’, maka ungkapan logika berikut ini akan mempunyai hasil akhir benar.
Hasil akhir benar dari ungkapan logika tersebut didapat dari langkah-langkah sebagai berikut ini.
1.  Jenjang operator hubungan lebih tinggi dibandingkan dengan jenjang operator logika, sehingga  ungkapan-ungkapan hubungan dikerjakan terlebih dahulu. Ungkapan hubungan A < B adalah benar, maka akan bernilai 1. Ungkapan hubungan B == 7 adalah benar dan bernilai 1. Ungkapan hubungan C > ‘ z ‘ adalah salah maka bernilai 0. 
2.  Operator logika ‘ && ‘ mempunyai jenjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan operator logika ‘ || ‘ , sehingga ungkapan logika 1 && 0 dikerjakan terlebih dahulu dengan hasil logikanya adalah 0.
3.  Ungkapan logika 1 || 0 selanjutnya dikerjakan dengan memberikan hasil akhir bernilai logika benar atau 1.
ü  Operator-operator Khusus
Disamping operator-operator yang telah dibahas sebelumnya, C memiliki beberapa operator lain yang bersifat khusus dan digunakan untuk maksud-maksud tertentu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut
ü Operator sizeof
Operator sizeof adalah sebuah operator unary yang digunakan pada perhitungan jumlah byte yang dibutuhkan untuk menyimpan sebuah objek atau jenis data. Penentuan ini diperlukan karena sebagian besar jenis data dan variabel membutuhkan tempat penyimpanan internal yang berbeda antara satu komputer dengan komputer yang lain. Dengan penentuan ini, konsistensi data yang digunakan pada program dapat dipertahankan.
Contoh :
#include <stdio.h>
main()
{
char C;
int I;
long int LI;
float F;
double D;
long double LD;
printf (“ukuran karakter = %d byte \n”, sizeof C);
printf (“ukuran integer= %d byte\n”, sizeof I);
printf(“ukuran long integer= %d byte \n”,sizeof LI);
printf (“ukuran float= %d byte \n”,sizeof F);
printf (“ukuran double= %d byte \n”,sizeof D);
printf (“ukuran long double= %d byte \n”,sizeof LD);
}
Jika program ini dijalankan maka akan didapatkan hasil:
ukuran karakter= 1 byte
ukuran integer= 2 byte
ukuran long integer= 4 byte
ukuran float= 4 byte
ukuran double= 8 byte
ukuuran long double= 10 byteB.  Operator penugasan
Operator penugasan (assignment operator) adalah operator yang digunakan untuk memberikan nilai pada suatu variabel. Operator ini adalah binaryoperator, dengan sisi sebelah kirinya berupa lvalue, yaitu sebuah variabel tunggal yang mengacu ke memori komputer, sementara sisi sebelah kanannya dapat berupa lvalue atau rvalue. Rvalue adalah sebuah ekspresi yang bukan lvlaue, contohnya paling sederhana adalah konstanta. Selain itu operator penugasan juga dapat digabungkan dengan operator aritmatika dan operatorbitwise logika.
Daftar operator gabungan
Operator
Contoh
Ekspresi ekivalen
Penjelasan
+=
x += n
x = x + n
Tambah x dengan n
-=
x -= n
x = – n
Kurangi x dengan n
*=
x *= n
x = * n
Kalikan x dengan n
/=
x /= n
x = / n
Bagi x dengan n
%=
x %= n
x = % n
Pembagian sisa x dengan n
<<=
x <<= n
x = << n
x digeser ke kiri sebanyak n posisi bit
>>=
x >>= n
x = >> n
x digeser ke kanan banyak n posisi bit
&=
x &= n
x = & n
Setiap bit x di-AND kan dengan setiap bit n
|=
x |= n
x = | n
Setiap bit x di-OR kan dengan setiap bit n
^=
x ^= n
x = ^ n
Setiap bit x di-XOR kan dengan setiap bit n

Contoh : Misalnya “=” adalah operator pengerjaan yang akan memberikan nilai dari ungkapan  kepada variabel .
Contoh: Misalnya variabel I dan J adalah variable-variabel tipe interger dengan nilai awal keduanya adalah 10. Statement-statement berikut ini menggunakan variable-variabel I dan J dan hasil  ungkapannya.
Contoh Operator Pengerjaan
Statement
Ekuivalen dengan
Hasil ungkapan
I += 3;
I = I + 3;
I = 10+3 = 13
I -= 2;
I = I – 2;
I = 10-2 = 8
I *= J/2;
I = I*(J/2);
I=10* (10/2)=50
I /= J-8;
I = I/(J-8);
I= 10/ (10-8)= 5

ü Operator koma
Operator koma digunakan untuk memisahkan sederetan nama variabel dalam sebuah deklarasi, memisahkan argument fungsi, menyatukan dua ekspresi menjadi sebuah pernyataan, memungkinkan pemberian lebih besar dari satu ekspresi pada harga awal, dan perbaikan harga pada struktur pengulangan.
Misalnya Statement berikut ini:
X= ( B= 5, B*2);
Akan dihasilkan nilai X adalah 10, karena B= 5 akan diproses terlebih dahulu dan kemudian nilai B di kalikan dengan nilai 2. Hasil akhir ini yaitu nilai 10 diberikan ke variabel X. Nilai B terakhir adalah 5, sedangkan operasi B*2 tidak merubah nilai B karena operasi ini hasilnya tidak disimpan di variabel B.
ü Operator bertingkat
Operator bertingkat (nested operator) adalah beberapa operator yang dikenakan di dalam sebuah ekspresi. Masing-masing operator di dalam ekspresi tersebut memberikan sebuah nilai yang kemudian dapat digunakan didalam ekspresi yang lebih besar.
ü Operator alamat
Operator alamat adalah operator yang memberikan alamat dari operand­-nya, misalnya &x memberikan alamat dari x. Operand yang dikenakan pada & haruslah merupakan lvalue¸yang memiliki tempat penyimpanan di dalam memori.
ü Operator bersyarat
Operator yang satu-satunya bersifat triadic (ternary operator) yang membutuhkan tiga buah operand dan dikenal juga sebagai ekspresi bersyarat. Ketiga buah operand yang dibutuhkan pada operator ini terdiri dari: satu ekspresi yang akan diuji dan dua ekspresi pilihan.
ü Operator cast
Dalam sebuah program, pengkonversian jenis data secara otomatis sedapat mungkin hendaklah dihindarkan, khususnya pada kasus demosi, karena hal ini akan dapat menimbulkan hal-hal yan tidak diinginkan, misalnya terjadi pemotongan nilai (truncation).
Adakalanya pengkonversian jenis data malah berguna dan perlu dilakukan. Dalam hal ini, C berprinsip untuk tidak memberikan batasan apapun dan melimpahkan tanggung jawab ke pemrogram untuk tidak menyalahgunakan kebebasan ini. Jadi, hendaklah pengkonversian dilakukan dengan dangat hati-hati sekali, sehingga jenis data yang dikonversi dapat dilakukan dengan tepat. Metode melakukan hal itu disebut casting, menggunakan operator berupa sepasang tanda kurung biasa.

9.     Pernyataan
Merupakan instruksi atau perintah yang akan dikerjakan selama eksekusi program.
Sebuah program terdiri dari beberapa pernyataan.
 Jenis pernyataan :
a.      Pernyataan penunjukan
c=sqrt(pow(a,2)+pow(b,2));
b.      Pernyataan pemanggilan fungsi
tukar (x,y);
c.       Pernyataan Pengendalian Program
for(i=1;i<=4;i++)
   printf(“hello Semua\n”);
10.     SYMBOLIC CONSTANT
Symbolic Constant adalah suatu nama dimana digunakan untuk menggantikan suatu nilai tertentu , sehingga akan lebih mudah dalam pembacaan suatu program, contohnya #define PI 3,14. PI ditulis huruf besar untuk membedakan dengan variabel lain

            11.     OPERATOR
      Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai, memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan kesamaan dua buah nilai dan sebagainya. Macam-macam Operator, Arah Proses, dan Jenjangnya yaitu:
Kategori
Operator
Arah Proses
Jenjang
Kurung, indeks, larik, dan elemen
( )  [ ] ->
Kiri-kanan
1
Operator unary
! ~ ++ — & * (tipe) sizeof
Kanan-kiri
2
Aritmatika perkalian, pembagian, dan sisa pembagian
? * %
Kiri-kanan
3
Operator aritmatika pertambahan, dan pengurangan
+ –
Kiri-kanan
4
Operator bitwise pergeseran bit
<< >>
Kiri-kanan
5
Operator hubungan
< <= > >=
Kiri-kanan
6
Operator hubungan dan kesamaan dan ketidak-samaan
== !=
Kiri-kanan
7
Operato bitwise AND
&
Kiri-kanan
8
Operator bitwise XOR
^
Kiri-kanan
9
Operator bitwise OR
|
Kiri-kanan
10
Operator kondisi AND
&&
Kiri-kanan
11
Operator kondisi OR
| |
Kiri-kanan
12
Operator Ternary
? ;
Kanan-kiri
13
Operator pengerjaan aritmatika
= += -= *= /= %=
Kanan-kiri
14
Operator pengerjaan bitwise
&= ^= |= <<= >>=
Kanan-kiri
15
Operator koma
,
Kiri-kanan
16


SUMBER: 
https://www.petanikode.com/c-untuk-pemula/
https://www.petanikode.com/c-syntak/
https://www.duniailkom.com/tutorial-belajar-c-struktur-dasar-kode-program-bahasa-pemrograman-c/
https://thecommity2018.wordpress.com/2018/10/13/contoh-program-menggunakan-bahasa-c/
http://sizofrenperi.blogspot.com/2013/03/komponen-elemen-dasar-c.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar