Apa itu Bahasa Pemrograman C ?
C (dibaca
/si:/ seperti membaca huruf C dalam
bahasa inggris) adalah sebuah bahasa pemrograman gerneral-purpose dan imprative
yang mendukung pemrograman terstruktur dan rekursif.
General-purpose artinya bisa digunakan
untuk membuat program apa saja. Impreative artinya bahasa yang menggunakan
statament.
1. Langkah dalam membuat Bahasa C
·
Bukalah
aplikasi Code::Blocks,
yang tampilan awalnya sebagai berikut:
·
Untuk
membuat sebuah file baru, klik menu File ->
New -> Empty File, atau bisa juga dengan menekan kombinasi
tombol CRTL + SHIFT + N.
·
Di bagian
tengah Code::Blocks akan
tampil sebuah file teks kosong. Disinilah kita akan menulis kode program bahasa
C nantinya.
·
Agar bisa
langsung praktek menulis sebuah file bahasa C, silahkan ketik kode program
berikut ke dalam Code::Blocks:
1
2
3
4
5
6
|
#include
<stdio.h>int
main(void){ printf("Hello,
World!\n"); return
0;} |
·
Pastikan
anda mengetik kode program sama persis
dengan yang saya tulis diatas. Salah satu huruf atau satu karakter saja yang
kurang, kode program akan error. Untuk amannya silahkan copy paste kode
tersebut ke dalam editor Code::Block.
2. Struktur Bahasa C
Setiap kita ingin membuat program C, kita harus menuliskan struktur
seperti berikut ini:
#include <stdio.h>
int main(){
// kode atau logika program kita di sini
return 0;
}
Ini adalah struktur dasar yang wajib dipahami. Kalau
kita perhatikan, struktur program tersebut dibagi menjadi dua bagian utama:
1. Bagian Include;
2. Blok Fungsi Main.
· Apa itu #include ?
Pada program C,
#include berfungsi untuk
mengimpor fungsi-fungsi yang sudah didefinisikan pada header file.
Header file adalah file yang berisi
definisi fungsi yang sudah dibuat. Tujuannya agar bisa digunakan pada program C
yang lainnya. File ini berekstensi
.h, contoh: stdio.h.
Pada contoh di atas, kita mengimpor file
stdio.h. File ini berisi deklarasi
fungsi-fungsi dasar yang kita butuhkan untuk membuat program C, seperti printf().
File
stdio.h sudah ada di dalam komputer kita saat menginstal gcc.
· Apa itu Fungsi main() ?
Fungis
main() adalah fungsi utama dalam program.
Fungsi ini akan dieksekusi pertamakali saat program dijalankan.
Karena itu, kita harus menuliskan logika program di dalam fungsi ini.
Pada contoh di atas kita membut fungsi main dengan deklarasi seperti ini:
int main(){
//...
return 0
}
Maksud dari
int di depan main adalah tipe data yang akan dikembalikan. Maka di
dalam fungsi main(), wajib kita sertakan return 0. Artinya, fungsi main akan mengembalikan nilai 0 setelah selesai dieksekusi.
Cara lain kita bisa menggunakan
void.
Contoh:
void main(){
//...
}
void artinya tidak ada (kosong). Jika kita
menggunakan void, maka kita tidak perlu menuliskan kata kunci
return di akhir fungsi. Karena fungsi void tidak
akan mengembalikan nilai apapun.
· printf(“Hello, World!\n”)
Perintah printf digunakan untuk
menampilkan sesuatu ke layar. Perintah ini merupakan bagian dari stdio.h, sehingga jika kita
ingin menggunakannya, harus terdapat baris perintah #include <stdio.h> di
bagian paling awal kode program bahasa C.
Teks yang ingin
ditampilkan ditulis dalam tanda kurung dan di dalam tanda kutip dua,
seperti: printf(“Hello,
World!\n”); Hasil dari perintah ini, akan tampil
teks Hello, World! di
layar. Tapi apa fungsi tambahan karakter \n?
Jika ditulis di
dalam teks, karakter ” \ ” dikenal sebagai escape character. Fungsinya untuk menampilkan
karakter yang tidak bisa ditulis. Sebagai contoh, \n merupakan perintah
untuk menulis newline character,
yakni karakter penanda baris baru.
Artinya,
perintah printf(“Hello, World!\n”) akan
menampilkan teks “Hello, World!”,
kemudian pindah ke baris baru. Bahasa C mendukung berbagai escape character yang
nantinya juga akan kita pelajari.
Setelah tanda
kurung penutup perintah printf, harus
ditutup dengan tanda titik koma (semi-colon), yakni
tanda “ ; ”. Setiap perintah bahasa C, harus diakhiri dengan tanda ini, kecuali
beberapa perintah khusus. Lupa menambahkan tanda titik koma di akhir sebuah
perintah merupakan error yang sangat sering terjadi.
· return 0;
Perintah return 0; berhubungan
dengan kode int main(void) sebelumnya.
Disinilah kita menutup function main() yang sekaligus
mengakhiri kode program bahasa C.
Return 0 artinya
kembalikan nilai 0 (nol) ke
sistem operasi yang menjalankan kode program ini. Nilai 0 menandakan kode
program berjalan normal dan tidak ada masalah (EXIT_SUCCESS).
Kita juga bisa menulis return 1, return 99, return
-1, dll. Nilai-nilai ini nantinya bisa digunakan oleh sistem operasi atau
program lain. Nilai return selain 0 dianggap terjadi error atau sesuatu yang
salah (EXIT_FAILURE).
Apakah perintah Return 0 ini
harus ditulis? Harus ditulis! jika kita
berpatokan ke struktur bahasa C yang ideal. Namun beberapa compiler
(termasuk Code:Blocks yang
saya gunakan), akan “memaafkan” jika perintah ini tidak ditulis dan menambahkan
perintah return 0 secara otomatis (tidak disarankan).
3. Contoh Bahasa C
Sebagai
bahan dasar pembuatan program kita akan mempelajari terlebih dahulu cara
membuat dan menggunakan perintah printf dan scanf pada pemrograman C.
·
Membuat program menggunakan fungsi
scanf
Fungsi scanf merupakan fungsi yang
digunakan untuk memasukkan/input
berbagai jenis data dalam bahasa pemrograman C dengan menggunakan keyboard. Fungsi ini sangat umum
digunakan dalam bahasa pemrograman C. Berikut contoh programnya,
// Membuat program menggunakan fungsi scanf
#include <stdio.h>
int main ()
{
int bil_1;
float bil_2;
printf("\nNilai Integer Anda : ");
scanf("%d",&bil_1); // Fungsi scanf menampilkan bilangan integer
printf("Nilai yang Anda Masukkan adalah : %d\n",bil_1);
printf("\nNilai Real Anda : ");
scanf("%f",&bil_2); // Fungsi scanf menampilkan bilangan real
printf("Nilai yang Anda Masukkan adalah : %f",bil_2);
}
Berikut
output program di atas :
·
Variabel dan konstanta
Variabel merupakan suatu tempat untuk menampung data
atau suatu nilai di dalam memori yang mempunyai nilai yang dapat berubah-ubah
ketika program dijalankan. Suatu variabel dapat mengandung nilai berupa
integer, real, karakter, string, dan boolean sesuai dengan pendefinisiannya
diawal. Berikut contoh programnya,
// Program Deklarasi Variabel
#include <stdio.h>
int main ()
{
int Bil_1; // variabel Bil_1 dengan tipe integer
float Bil_2; // variabel Bil_2 dengan tipe real
printf("Nilai Integer : ");
scanf("%d",&Bil_1);
printf("Nilai Integer Anda : %d\n", Bil_1);
printf("\nNilai Real : ");
scanf("%f",&Bil_2);
printf("Nilai Real Anda : %f", Bil_2);
}
Berikut
output program di atas :
Konstanta merupakan
suatu data yang nilainya tidak dapat berubah-ubah dan sudah ditetapkan pada
awal pembuatan program. Suatu konstanta dapat berupa integer, real, karakter,
string, dan boolean yang nilainya sudah didefinisikan di awal program. Berikut
contoh programnya,
// Contoh program dengan nilai konstanta
#include <stdio.h>
int main ()
{
int Bil_1 = 23; // Konstanta dengan tipe data integer
float Bil_2 = 3.4; // Konstanta dengan tipe data real
char Nilai = 'A'; // Konstanta dengan tipe data karakter
printf("Nilai Integer Anda : %d",Bil_1);
printf("\nNilai Real Anda : %f",Bil_2);
printf("\nNilai Anda adalah : %c",Nilai);
}
Berikut
output program di atas :
- ·
Program
Menjumlahkan 2 buah Bilangan
Bilangan
merupakan suatu data yang sering digunakan dalam bahasa pemrograman C. Beberapa
bilangan ini bisa dioperasikan mengunakan operasi penjumlahan, pengurangan,
pembagian, dan perkalian. Berikut contoh sederhana untuk menjumlahkan 2 buah
bilangan menggunakan bahasa pemrograman C,
// Program menjumlahkan 2 buah bilangan
#include <stdio.h>
int main ()
{
int Bilangan_1, Bilangan_2, Hasil; // Deklarasi Variabel
printf("Masukkan Bilangan Pertama : ");
scanf("%d",&Bilangan_1);
printf("Masukkan Bilangan Kedua : ");
scanf("%d",&Bilangan_2);
Hasil = Bilangan_1 + Bilangan_2; // Proses Penjumlahan
printf("Hasil Penjumlahan Kedua Bilangan adalah : %d", Hasil);
return 0;
}
Berikut
output program di atas :
- ·
Program
operasi 3 buah Bilangan
Pada
dasarnya untuk mengoperasikan 3 buah bilangan sama dengan operasi 2 buah
bilangan. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah variabel yang terkandung
dalam program tersebut. Berikut contoh programnya,
// Program operasi 3 buah bilangan
#include <stdio.h>
int main ()
{
int Bilangan_1, Bilangan_2, Bilangan_3, Hasil; // Deklarasi Variabel
printf("Masukkan Bilangan Pertama : ");
scanf("%d",&Bilangan_1);
printf("Masukkan Bilangan Kedua : ");
scanf("%d",&Bilangan_2);
printf("Masukkan Bilangan Ketiga : ");
scanf("%d",&Bilangan_3);
Hasil = Bilangan_1 + Bilangan_2 - Bilangan_3; // Proses operasi
printf("Hasil operasi ketiga bilangan adalah : %d", Hasil);
return 0;
}
Berikut output program di atas :
- ·
Program
Pemilihan 1 Kasus
Pemilihan 1
kasus menggunakan perintah if then.
Program ini akan mengeksekusi pernyataan yang bernilai benar saja, sedangkan
untuk pernyataan yang bernilai salah tidak akan terjadi apa-apa pada program.
Berikut contoh programnya,
// Program Pemilihan 1 kasus
#include <stdio.h>
int main()
{
int Angka;
printf("Masukkan sebuah bilangan : ");
scanf("%d",&Angka);
if (Angka > 0) // Pemilihan 1 Kasus
{
printf("Angka yang Anda masukkan adalah : POSITIF");
// Statement Benar akan ditampilkan
}
return 0;
}
Berikut output program di atas :
- ·
Program
Pemilihan 2 Kasus
Pemilihan 2
kasus menggunakan perintah if then else.
Pada dasarnya pemilihan dua kasus sama seperti pemilihan 1 kasus. Pada
pemilihan 2 kasus “Jika kondisi terpenuhi atau bernilai benar, maka aksi
pertama akan ditampilkan. Namun, jika kondisi tidak terpenuhi atau bernilai
salah, maka aksi kedua akan ditampilkan. Berikut contoh programnya,
// Program Pemilihan 2 kasus
#include <stdio.h>
int main()
{
int Angka;
printf("Masukkan sebuah bilangan : ");
scanf("%d",&Angka);
if (Angka > 0) // Pemilihan 1 Kasus
{
printf("Angka yang Anda masukkan adalah : POSITIF");
// Statement Benar akan ditampilkan
}
else
{
printf("Angka yang Anda masukkan adalah : NEGATIF");
// Statement Salah akan ditampilkan
}
return 0;
}
Berikut
output program di atas :
·
Program
Pemilihan 3 Kasus
Menggunakan
perintah if then bertingkat
Perintah ini
digunakan untuk menguji kondisi lebih dari 2 kasus. Jika salah satu kondisi
terpenuhi, akan ditampilkan pada layar monitor. Berikut contoh programnya,
// Program pemilihan 3 kasus menggunakan if bertingkat
#include <stdio.h>
int main (){
int Angka;
printf("Masukkan sebuah Angka : ");
scanf("%d",&Angka);
if(Angka >0){
printf("Angka yang Anda masukkan POSITIF");
// Pernyataan jika Angka > 0
}
elseif(Angka <0){
printf("Angka yang Anda masukkan adalah NEGATIF");
// Pernyataan jika Angka < 0
}
else{
printf("Angka yang Anda masukkan adalah NOL");
// Pernyataan lainnya
}
return0;
}
Berikut
output program di atas :
- Menggunakan perintah switch-case
Perintah ini
digunakan untuk menyederhakan perintah if
bertingkat. Sama halnya dengan perintah if
bertingkat, perintah switch-case
digunakan untuk memiliki satu kondisi dari sekian kondisi yang ada. Berikut
contoh programnya,
// Program menampilkan perintah switch-case
#include <stdio.h>
int main()
{
int number;
printf("Pilih Menu yang Diinginkan : ");
scanf("%d",&number);
switch(number){
case1:
printf("Anda memesan menu no. %d : Nasi Goreng.\n\n", number);
break;
case2:
printf("Anda memesan menu no. %d : Mie Goreng.\n\n", number);
break;
case3:
printf("Anda memesan menu no. %d : Tahu Goreng.\n\n", number);
break;
default:
printf("Anda memesan menu no. %d : Mie Ayam.\n\n", number);
break;
}
return0;
}
Berikut
output program di atas :
v Komponen Bahasa C
1.
CHARACTER
SET
Character
set adalah sekumpulan karakter yang biasanya berupa angka, huruf dan berbagai
karakter lain yang terstandarisasi, yang masing-masing memiliki ID unik yang
disebut code point.
Karakter
yang ditampung pada suatu character set tergantung pada jenis character set itu
sendiri.
Saat ini
banyak sekali character set, mungkin jumlahnya mencapai ratusan, beberapa berstandar internasional yang
dikembangkan International Organization
for Standardization (ISO), beberapa standar negara tertentu dan beberapa
lainnya dikembangkan secara spesifik oleh vendor komputer untuk tujuan maupun
konsumen tertentu.
Contoh
beberapa character set yang umum digunakan: ASCII (US), UTF-16, UTF-8,
Microsoft Code Page 1252 (Vendor Windows), GB18030 (China), Shift-JIS (Jepang)
2.
Pengenal (identifier)
Merupakan
nama yang digunakan sebagai tempat untuk variabel, fungsi dan konstanta yang
didefinisikan oleh programmer.
Beberapa
ketentuan khusus mengenai nama variabel:
a.
Tidak boleh
diawali dengan angka
b.
Harus
diawali dengan huruf atau karakter garis bawah (_) selanjutnya dapat diikuti
huruf atau angka
c.
Tidak boleh
menggunakan operator aritmatika seperti +,-,/,* dan karakter khusus seperti
;,#,@,$ dsb
d.
Tidak
diperbolehkan menggunakan spasi jika terdiri dari dua kata atau lebih
e.
Tidak boleh
menggunakan kata-kata yang telah memiliki arti khusus dalam bahasa C
f.
Panjang
maksimum 32 karakter, jika lebih otomatis sistem hanya tetap mengenal 32
karakter
3.
Kata
Kunci (keyword)
Bahasa C mempunyai sedikit kata kunci yaitu
32 kata kunci :
auto double int struct
break else long switch
case enum register typedef
char extern return union
const float short unsigned
continue for signed void
dDefault goto sizeof volatile
do if static while
4.
Tipe data
Dasar
Berdasarkan
jenisnya dapat dibagi menjadi 4 tipe data dasar:
a.
Tipe Integer
: untuk menyimpan data bernilai bilangan bulat
b.
Tipe Float :
untuk menyimpan data bernilai real
c.
Tipe Char :
menyimpan data berupa karakter yaitu huruf, simbol dan angka
d.
Tak Bertipe
(void): digunakan apabila fungsi tidak menghasilkan nilai
Tipe
|
Ukuran (bytes)
|
Batas Bawah
|
Batas Atas
|
char
|
1
|
-
|
-
|
unsigned char
|
1
|
0
|
255
|
short int
|
2
|
32768
|
32767
|
unsigned short int
|
2
|
0
|
65536
|
(long) int
|
4
|
-231
|
+231-1
|
float
|
4
|
-3.2 x 1038
|
+3.2 x 1038
|
double
|
4
|
-1.7 x 10308
|
+1.7 x 10308
|
5.
Konstanta
Nilai suatu
konstanta tidak bisa berubah (bernilai tetap). Pendeklarasian mirip variabel, namun
karena tidak berubah biasanya memakai praprosessor #define dan tidak
diakhiri titik koma (;).
#define MAX
10
#define TRUE
1
#define
FALSE 0
6. VARIABEL DAN
ARRAY
Tipe data
Variabel
Variabel adalah identitas yang digunakan untuk mewakili atau menampung suatu
nilai. Nilai dalam variabel tidak bersifat permanen karena suatu saat dapat
berubah-ubah,berbeda dengan konstanta yang nilainya tidak dapat berubah.
ü Aturan penamaan Variabel
·
Variabel
tidak boleh diawali dengan angka
·
Variabel
boleh diawali dengan simbol _(underscore) atau $(dolar)
·
Variabel
boleh diawali dengan huruf besar
·
Tidak boleh
menggunakan spasi
·
Variabel
boleh menggunakan huruf kemudian diikuti dengan angka dibelakangnya
·
Disarankan
memiliki makna dan jangan menggunakan huruf besar semua.
Contoh
Penulisan Variabel yang BENAR :
·
$panjang
·
_panjang
·
panjang
Contoh
penulisan Variabel yang SALAH:
·
panjang
lebar
·
4ngka
ü Cara Penulisan Variabel dalam
Bahasa C
Pendeklarasian
suatu variabel diawali dengan tipe data terlebih dahulu karena bahasa C
mengandung konsep strongly typed progamming language yang artinya setiap
variabel yang ditulis akan mengandung tipe data entah itu integer(bulat),
float(pecah), char(karakter).
Contoh
pendeklarasian variabel :
·
int panjang;
artinya bahwa variabel panjang mengandung tipe data bulat
·
float
panjang; artinya bahwa variabel panjang mengandung tipe data pecah
·
char kata;
artinya bahwa variabel kata mengandung tipe data karakter
·
Tipe data
Array
adalah tipe
data yang terdiri dari kumpulan tipe data lain. Dalam bahasa Indonesia, array
dikenal juga dengan istilah Larik. Dengan array, proses penyimpanan
data ke dalam variabel menjadi lebih efisien dan mudah, terutama jika kita
memiliki data dalam jumlah banyak.
Anggota atau
isi dari array itu sendiri harus satu jenis tipe data, misalkan terdiri dari
kumpulan angka bulat saja (integer), kumpulan karakter saja (char),
maupun kumpulan angka pecahan saja (float). Di dalam bahasa C, kita tidak
bisa membuat 1 array dengan berbagai tipe data (harus 1 jenis saja).
Sebagai
contoh, misalkan saya ingin menyimpan dan memproses 5 buah nilai. Jika
menggunakan variabel biasa, penulisannya bisa seperti ini:
| int
bilangan1; int bilangan2; int bilangan3; int bilangan4; int bilangan5; |
Data diatas
banyak dan berulang untuk 1 tipe data saja, sehingga akan lebih efisien jika
menggunakan array:
| int
bilangan[5]; |
Dengan kode
program diatas, variabel bilangan akan menjadi sebuah array
yang bisa menampung 5 data bertipe integer.
ü Format Dasar penulisan Array
dalam bahasa C
Format
pendefinisian array di dalam bahasa C adalah sebagai berikut:
tipe_data
nama_variabel[jumlah_element]
|
Element adalah sebutan untuk isi atau
anggota sebuah array.
Sebagai
contoh, jika saya ingin membuat array dengan 100 element yang bisa diisi dengan
tipe data float, pendefinisiannya adalah sebagai berikut:
float
bilangan[100];
|
Berikutnya,
bagaimana cara mengakses dan mengisi element array ini? Kita tinggal menuliskan
nomor urut dari element yang akan akan diakses, nomor urut ini dikenal juga
dengan istilah index. Berikut contohnya:
bilangan[5]
= 3.14;
|
Yang harus
perlu diperhatikan adalah, nomor urut atau index array dimulai dari 0,
bukan 1. Akibatnya jika kita ingin mengakses element pertama dari
array bilangan, penulisannya adalah bilangan[0]. Untuk
bisa mengakses element ke-100 dari array bilangan, penulisannya adalah bilangan[99].
Index array
yang dimulai dari 0 ini hampir selalu menjadi ciri khas di seluruh bahasa
pemrograman modern, termasuk C++, PHP, dan JavaScript.
7. DECLARATION
(PERNYATAAN)
Merupakan
instruksi atau perintah yang akan dikerjakan selama eksekusi program.
Deklarasi di
bagi jadi 3 yaitu :
·
Deklarasi variabel
Contoh Deklarasi
Variable:
·
int x; //
Deklarasi x bertipe integer
·
char y,
huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
·
float nilai;
// Deklarasi variable bertipe float
·
double beta;
// Deklarasi variable bertipe double
·
int
array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
·
char *p; //
Deklarasi pointer p bertipe char
Contoh Kode
Program Deklarasi Variable
#include
<stdio.h>
main(){
int x,a;
float y;
char z;
double w;
a=17;
x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */
y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */
z = 'C'; /* variable z diisi dengan karakter "C" */
w = 3.45786; /* variable w diisi dengan 3.45786 */
printf("Nilai dari x adalah : %i\n", x); /* Menampilkan isi variable
x */
printf("Nilai dari y adalah : %f\n", y); /* Menampilkan isi variable
y */
printf("Nilai dari z adalah : %c\n", z); /* Menampilkan isi variable
z */
printf("Nilai dari w adalah : %lf\n", w); /* Menampilkan isi variable
w */
printf("%i %i Nilai dari x adalah %c: n", x,a,z);
}
·
Deklarasi Konstanta
Di dalam
penggunaan konstanta di bahasa pemrograman C dideklarasikan menggunakan
preprocessor #define. Contohnya:
#define PHI 3.14
#define nom “141206”
#define nama “hakkun”
#define kelas “MM-3”
#define PHI 3.14
#define nom “141206”
#define nama “hakkun”
#define kelas “MM-3”
·
Deklarasi Fungsi
Fungsi
adalah bagian yang terpisah dari sebuah program yang kita buat dan dapat
diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam sebuah
bahasa pemrograman C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti
printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan.
Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh
kita. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah :
Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi);
Contohnya :
float luas_lingkaran(int jari);
void tampil();
int tambah(int x, int y);
8. EXPRESSION
Suatu
Expression terdiri dari dua bagian, yaitu operator dan operand yang
dikombinasikan menjadi satu. Operator adalah symbol yang digunakan untuk
melakukan proses operasi satu atau beberapa operand. Operand adalah
bagian yang paing sederhana dari Expresion. Operand dapat berupa konstanta dan
variable.
ü Operator Aritmatika
Operator
adalah simbol-simbol yang digunakan untuk melaksanakan suatu pengolahan data,
baik berupa bilangan maupun teks. Operator aritmatika adalah sekelompok
operator yang digunakan untuk mengolah aritmatik.
Operator
|
Nama
|
Contoh
|
Penjelasan
|
*
|
Perkalian
|
x * y
|
Kalikan x dengan y
|
/
|
Pembagian
|
x / y
|
Bagi x
dengan y
|
%
|
Modulo
|
x % y
|
Sisa pembagian x oleh y
|
+
|
Penjumlahan
|
x + y
|
Tambahkan
x dengan y
|
–
|
Pengurangan
|
x – y
|
Kurangkan x dengan y
|
++
|
Postfix Inkremen
Prefix Inkremen
|
++x
x++
|
Inkremen x
setelah digunakan
Inkremen x
sebelum digunakan
|
—
|
Postfix Dekremen
Prefix Dekremen
|
–x
x–
|
Dekremen x sebelum digunakan
Dekremen x sesudah digunakan
|
–
|
Negasi
|
-x
|
Negasikan
nilai x
|
+
|
Unary plus
|
+x
|
Nilai positif x
|
Operator *,
/, %, +, dan – merupakan operator dyadic atau binary operator, yakni operator
yang membutuhkan dua operand: kiri dan kanan. Sedangkan operator yang hanya
membutuhkan satu operand, disebutmonadic atau operator unary. Yang termasuk
golongan operator ini adalah:inkremen (++) dekremen (–), unary minus (-), unary
plus (+).
Operasi unary inkremen
dan dekremen masing-masing berfungsi untuk menambah nilai variabel dengan satu
dan mengurangi nilai variabel dengan satu. Operator unary minus dan unary
plus berturut-turut digunakan untuk mengambil nilai negatif dan nilai
positif dari suatu bilangan.
ü Operator Logika
Operator
logika adalah operator-operator yang berkaitan dengan operasi logika, seperti
negasi, (ingkaran), konjungsi (dan), dan disjungsi (atau).
Tabel 1.4 Daftar
operator logika
Operator
|
Nama
|
Contoh
|
Penjelasan
|
!
|
NOT logika
|
!x
|
1jika x nol, 0 jika tidak
|
&&
|
AND logika
|
x
&& y
|
1 jika x
dan y keduanya 1
|
||
|
OR logika
|
x ll y
|
0 jika x dan y keduanya 0
|
Misalnya
nilai A adalah 5, B adalah 7, dan C adalah ‘ a’, maka ungkapan logika berikut
ini akan mempunyai hasil akhir benar.
Hasil akhir
benar dari ungkapan logika tersebut didapat dari langkah-langkah sebagai
berikut ini.
1. Jenjang operator hubungan lebih tinggi
dibandingkan dengan jenjang operator logika, sehingga ungkapan-ungkapan
hubungan dikerjakan terlebih dahulu. Ungkapan hubungan A < B adalah benar,
maka akan bernilai 1. Ungkapan hubungan B == 7 adalah benar dan bernilai 1.
Ungkapan hubungan C > ‘ z ‘ adalah salah maka bernilai 0.
2. Operator logika ‘ && ‘ mempunyai
jenjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan operator logika ‘ || ‘ , sehingga
ungkapan logika 1 && 0 dikerjakan terlebih dahulu dengan hasil
logikanya adalah 0.
3. Ungkapan logika 1 || 0 selanjutnya dikerjakan
dengan memberikan hasil akhir bernilai logika benar atau 1.
ü Operator-operator Khusus
Disamping
operator-operator yang telah dibahas sebelumnya, C memiliki beberapa operator
lain yang bersifat khusus dan digunakan untuk maksud-maksud tertentu. Beberapa
diantaranya adalah sebagai berikut
ü
Operator sizeof
Operator
sizeof adalah sebuah operator unary yang digunakan pada perhitungan jumlah byte
yang dibutuhkan untuk menyimpan sebuah objek atau jenis data. Penentuan ini
diperlukan karena sebagian besar jenis data dan variabel membutuhkan tempat
penyimpanan internal yang berbeda antara satu komputer dengan komputer yang
lain. Dengan penentuan ini, konsistensi data yang digunakan pada program dapat
dipertahankan.
Contoh :
#include
<stdio.h>
main()
{
char C;
int I;
long int LI;
float F;
double D;
long double
LD;
printf
(“ukuran karakter = %d byte \n”, sizeof C);
printf
(“ukuran integer= %d byte\n”, sizeof I);
printf(“ukuran
long integer= %d byte \n”,sizeof LI);
printf (“ukuran
float= %d byte \n”,sizeof F);
printf
(“ukuran double= %d byte \n”,sizeof D);
printf
(“ukuran long double= %d byte \n”,sizeof LD);
}
Jika program
ini dijalankan maka akan didapatkan hasil:
ukuran
karakter= 1 byte
ukuran
integer= 2 byte
ukuran long
integer= 4 byte
ukuran
float= 4 byte
ukuran
double= 8 byte
ukuuran long
double= 10 byteB. Operator penugasan
Operator
penugasan (assignment operator) adalah operator yang digunakan untuk memberikan
nilai pada suatu variabel. Operator ini adalah binaryoperator, dengan sisi
sebelah kirinya berupa lvalue, yaitu sebuah variabel tunggal yang mengacu ke
memori komputer, sementara sisi sebelah kanannya dapat berupa lvalue atau
rvalue. Rvalue adalah sebuah ekspresi yang bukan lvlaue, contohnya paling
sederhana adalah konstanta. Selain itu operator penugasan juga dapat
digabungkan dengan operator aritmatika dan operatorbitwise logika.
Daftar
operator gabungan
Operator
|
Contoh
|
Ekspresi ekivalen
|
Penjelasan
|
+=
|
x += n
|
x = x + n
|
Tambah x dengan n
|
-=
|
x -= n
|
x = – n
|
Kurangi x dengan
n
|
*=
|
x *= n
|
x = * n
|
Kalikan x dengan n
|
/=
|
x /= n
|
x = / n
|
Bagi x
dengan n
|
%=
|
x %= n
|
x = % n
|
Pembagian sisa x dengan n
|
<<=
|
x
<<= n
|
x =
<< n
|
x digeser
ke kiri sebanyak n posisi bit
|
>>=
|
x >>= n
|
x = >> n
|
x digeser ke kanan banyak n posisi bit
|
&=
|
x &= n
|
x = &
n
|
Setiap bit x
di-AND kan dengan setiap bit n
|
|=
|
x |= n
|
x = | n
|
Setiap bit x di-OR kan
dengan setiap bit n
|
^=
|
x ^= n
|
x = ^ n
|
Setiap bit x
di-XOR kan dengan setiap bit n
|
Contoh :
Misalnya “=” adalah operator pengerjaan yang akan memberikan nilai dari
ungkapan kepada variabel .
Contoh:
Misalnya variabel I dan J adalah variable-variabel tipe interger dengan nilai
awal keduanya adalah 10. Statement-statement berikut ini menggunakan variable-variabel
I dan J dan hasil ungkapannya.
Contoh
Operator Pengerjaan
Statement
|
Ekuivalen dengan
|
Hasil ungkapan
|
I += 3;
|
I = I + 3;
|
I = 10+3 = 13
|
I -= 2;
|
I = I – 2;
|
I = 10-2 =
8
|
I *= J/2;
|
I = I*(J/2);
|
I=10* (10/2)=50
|
I /= J-8;
|
I =
I/(J-8);
|
I= 10/
(10-8)= 5
|
ü
Operator koma
Operator
koma digunakan untuk memisahkan sederetan nama variabel dalam sebuah deklarasi,
memisahkan argument fungsi, menyatukan dua ekspresi menjadi sebuah pernyataan,
memungkinkan pemberian lebih besar dari satu ekspresi pada harga awal, dan
perbaikan harga pada struktur pengulangan.
Misalnya
Statement berikut ini:
X= ( B= 5,
B*2);
Akan
dihasilkan nilai X adalah 10, karena B= 5 akan diproses terlebih dahulu dan
kemudian nilai B di kalikan dengan nilai 2. Hasil akhir ini yaitu nilai 10
diberikan ke variabel X. Nilai B terakhir adalah 5, sedangkan operasi B*2 tidak
merubah nilai B karena operasi ini hasilnya tidak disimpan di variabel B.
ü
Operator bertingkat
Operator
bertingkat (nested operator) adalah beberapa operator yang dikenakan di dalam
sebuah ekspresi. Masing-masing operator di dalam ekspresi tersebut memberikan
sebuah nilai yang kemudian dapat digunakan didalam ekspresi yang lebih besar.
ü
Operator alamat
Operator
alamat adalah operator yang memberikan alamat dari operand-nya, misalnya
&x memberikan alamat dari x. Operand yang dikenakan pada & haruslah
merupakan lvalue¸yang memiliki tempat penyimpanan di dalam memori.
ü
Operator bersyarat
Operator
yang satu-satunya bersifat triadic (ternary operator) yang membutuhkan tiga
buah operand dan dikenal juga sebagai ekspresi bersyarat. Ketiga buah operand
yang dibutuhkan pada operator ini terdiri dari: satu ekspresi yang akan diuji
dan dua ekspresi pilihan.
ü
Operator cast
Dalam sebuah
program, pengkonversian jenis data secara otomatis sedapat mungkin hendaklah
dihindarkan, khususnya pada kasus demosi, karena hal ini akan dapat menimbulkan
hal-hal yan tidak diinginkan, misalnya terjadi pemotongan nilai (truncation).
Adakalanya
pengkonversian jenis data malah berguna dan perlu dilakukan. Dalam hal ini, C
berprinsip untuk tidak memberikan batasan apapun dan melimpahkan tanggung jawab
ke pemrogram untuk tidak menyalahgunakan kebebasan ini. Jadi, hendaklah
pengkonversian dilakukan dengan dangat hati-hati sekali, sehingga jenis data
yang dikonversi dapat dilakukan dengan tepat. Metode melakukan hal itu disebut
casting, menggunakan operator berupa sepasang tanda kurung biasa.
9.
Pernyataan
Merupakan
instruksi atau perintah yang akan dikerjakan selama eksekusi program.
Sebuah
program terdiri dari beberapa pernyataan.
Jenis pernyataan :
a. Pernyataan
penunjukan
c=sqrt(pow(a,2)+pow(b,2));
b. Pernyataan
pemanggilan fungsi
tukar (x,y);
c. Pernyataan
Pengendalian Program
for(i=1;i<=4;i++)
printf(“hello
Semua\n”);
10. SYMBOLIC
CONSTANT
Symbolic
Constant adalah suatu nama dimana digunakan untuk menggantikan suatu nilai
tertentu , sehingga akan lebih mudah dalam pembacaan suatu program, contohnya
#define PI 3,14. PI ditulis huruf besar untuk membedakan dengan variabel lain
11. OPERATOR
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa
dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi, seperti
menjumlahkan dua buah nilai, memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan
kesamaan dua buah nilai dan sebagainya. Macam-macam Operator, Arah Proses, dan
Jenjangnya yaitu:
Kategori
|
Operator
|
Arah Proses
|
Jenjang
|
Kurung,
indeks, larik, dan elemen
|
( ) [ ]
->
|
Kiri-kanan
|
1
|
Operator
unary
|
! ~ ++ — & * (tipe) sizeof
|
Kanan-kiri
|
2
|
Aritmatika perkalian, pembagian,
dan sisa pembagian
|
? * %
|
Kiri-kanan
|
3
|
Operator
aritmatika pertambahan, dan pengurangan
|
+ –
|
Kiri-kanan
|
4
|
Operator
bitwise pergeseran bit
|
<<
>>
|
Kiri-kanan
|
5
|
Operator
hubungan
|
< <= > >=
|
Kiri-kanan
|
6
|
Operator
hubungan dan kesamaan dan ketidak-samaan
|
== !=
|
Kiri-kanan
|
7
|
Operato
bitwise AND
|
&
|
Kiri-kanan
|
8
|
Operator
bitwise XOR
|
^
|
Kiri-kanan
|
9
|
Operator
bitwise OR
|
|
|
Kiri-kanan
|
10
|
Operator
kondisi AND
|
&&
|
Kiri-kanan
|
11
|
Operator
kondisi OR
|
| |
|
Kiri-kanan
|
12
|
Operator
Ternary
|
? ;
|
Kanan-kiri
|
13
|
Operator
pengerjaan aritmatika
|
= += -= *= /= %=
|
Kanan-kiri
|
14
|
Operator
pengerjaan bitwise
|
&= ^= |=
<<= >>=
|
Kanan-kiri
|
15
|
Operator koma
|
,
|
Kiri-kanan
|
16
|
https://www.petanikode.com/c-untuk-pemula/
https://www.petanikode.com/c-syntak/
https://www.duniailkom.com/tutorial-belajar-c-struktur-dasar-kode-program-bahasa-pemrograman-c/
https://thecommity2018.wordpress.com/2018/10/13/contoh-program-menggunakan-bahasa-c/
http://sizofrenperi.blogspot.com/2013/03/komponen-elemen-dasar-c.html













Tidak ada komentar:
Posting Komentar